BUDGETING 1 : INCOME STATEMENT
A. Budgeting (Penganggaran)
Budgeting disebut juga profit planning yang memiliki arti pengembangan rencana
operasinal untuk mencapai tujuan perusahaan. Budgeting merupakan keuntungan yang diharapkan sedangkan Forecasting merupakan prediksi apa yang akan terjadi.
Metode Untuk menyusun budget
1. Metode apriori : profit ditetapkan lebih dulu, kemudian dibuat rencana operasi.
1. Metode apriori : profit ditetapkan lebih dulu, kemudian dibuat rencana operasi.
2. Metode aposteriori : profit merupakan hasil dari rencana operasi.
3. Metode pragmatic : profit ditetapkan berdasarkan standar.
Jenis Budgeting / Profit Planning
1. Long Range Budgeting
Anggaran jangka panjang merupakan proses berkelanjutan untuk membuat keputusan secara sistematis mengenai kondisi pada masa yang akan datang.
2. Short-Range Budget
:
Anggaran jangka pendek dapat mencakup periode 3, 6, atau 12 bulan.
Keuntungan Profit Planning:
1.
Profit planning menyediakan pendekatan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah.
2.
Profit Planning menjadi petunjuk bagi manajemen.
3.
Profit Planning meningkatkan koordinasi sehingga tercapai tujuan perusahaan.
4.
Profit Planning menjadi tempat menampung ide dan menjalin kerja sama antar tingkat
manajer.
5. Profit Planning sebagai bahan evaluasi kinerja perusahaan.
Keterbatasan Profit Planning :
1.
Profit Planning ada unsur ‘prediksi’ dan bukan ilmu yang pasti.
2.
Profit Planning menyebabkan manajer berpikir sempit hanya fokus pada hal tertentu.
3.
Profit Planning memerlukan komitmen top manajemen dan kerja sama seluruh pegawai.
4. Penggunaan anggaran secara berlebihan sebagai alat
evaluasi dapat menyebabkan
perilaku disfungsional.
5.
Profit Planning tidak mengganti peran administrasi.
6.
Profit Planning memerlukan waktu yang cukup hingga sesuai tujuan perusahaan.
Prinsip Profit Planning :
1. Budget Commitee
Komite penganggaran terdiri dari manager penjualan, manager produksi, kepala teknis, bendahara dan pengontrol.
Fungsinya antara lain :
a. menentukan aturan umum
b. mereview, meminta, merevisi, estimasi dari anggaran individual
c. menyetujui anggaran yang direvisi
d. menganalisis hasil budget
e. menyarankan tindakan untuk meningkatkan efisiensi
Fungsinya antara lain :
a. menentukan aturan umum
b. mereview, meminta, merevisi, estimasi dari anggaran individual
c. menyetujui anggaran yang direvisi
d. menganalisis hasil budget
e. menyarankan tindakan untuk meningkatkan efisiensi
2. Budget Development and Implementation
a. harus adanya kesamaan pemikiran antar anggota
b. harus berpatisipasi dan saling mendukung antar tingkat level management
c. harus mampu menghilangkan kegelisahan dan sikap bertahan sehingga
b. harus berpatisipasi dan saling mendukung antar tingkat level management
c. harus mampu menghilangkan kegelisahan dan sikap bertahan sehingga
perusahaan mampu berkembang
d. harus terstruktur sehingga ada hasil yang mendekati kepastian
e. setiap asumsi harus dievaluasi
d. harus terstruktur sehingga ada hasil yang mendekati kepastian
e. setiap asumsi harus dievaluasi
Jika
anggaran dikembangkan dengan baik, maka kesulitan-kesulitan dalam
implementasi akan diminimalkan. Hal yang perlu diperhatikan oleh manajer :
1. Imbalan diberikan atas dasar pencapaian tujuan organisasi.
2. Organisasi sebaiknya fokus pada pemberian imbalan atas pencapaian, bukan memberi
hukuman atas kegagalan.
3. Umpan balik sebaiknya diberikan segera atas kinerja dari setiap tim atau individu.
B. Complete Periodic Budget
Elemen dari anggaran periodik yang lengkap :
1. anggaran penjualan (sales budget)
2. estimasi kebutuhan inventori dan produksi (estimates of inventory and production
requirements)
3. anggaran dari bahan baku, tenaga kerja, FOH (budgets of materials, direct labor, factory
3. anggaran dari bahan baku, tenaga kerja, FOH (budgets of materials, direct labor, factory
overhead)
4. anggaran dari beban marketing dan administrasi (budgets from marketing & administrative
4. anggaran dari beban marketing dan administrasi (budgets from marketing & administrative
expense)
5. estimasi pendapatan dan beban lainnya beserta pajak (estimates of other income &
5. estimasi pendapatan dan beban lainnya beserta pajak (estimates of other income &
expense and tax)
6. Budgeted Income Statement
7. anggaran dari belaja modal dan belanja pengembangan dan penelitian (budgets of capital expenditures & research and development expenditure)
8. penerimaan kas dan pembayaran anggaran (A cash receipts and disbursement budget)
9. Budgedted Balance Sheet
6. Budgeted Income Statement
7. anggaran dari belaja modal dan belanja pengembangan dan penelitian (budgets of capital expenditures & research and development expenditure)
8. penerimaan kas dan pembayaran anggaran (A cash receipts and disbursement budget)
9. Budgedted Balance Sheet
1. Sales Budget
merupakan elemen yang berisikan unit produk produk yang dijual dan juga harga penjualan per produk. Pendekatan dari anggaran penjualan sendiri dilihat dari dua sisi yaitu pada sisi pengaruh eksternal dan pengaruh internal.
Estimating Sales
merupakan tanggungjawab dari marketing manager yang didukung oleh salesman dan market research. Di perusahaan besar estimasi penjualan biasanya mengambil data dari penjualan
perusahaan tahun sebelumnya, volume penjualan, dan faktor tidak
biasa.
Seasonal Variations
merupakan langkah lanjutan dari menentukan estimasi penjualan dengan cara membagi penjualan menjadi beberapa periode dalam setahun. Biasanya dibagi tiap bulan.
Sales Budget on a Territory and Customer Basis
merupakan langkah
lanjutan dari menentukan estimasi penjualan dengan cara membagi
menjadi beberapa tempat atau wilayah penjualan dan menentukan target penjualan produk yang tepat.
Estimating Production and Inventory Requirements
merupakan estimasi untuk menentukan jumlah produksi yang ingin dikerjakan dan memperkirakan stok yang diperlukan supaya tercukupi selama satu periode.
Sales Estimate Follow - Up
merupakan langkah untuk melakukan review dari keakuratan estimasi tahun lalu, evaluasi kegagalan, dan metode yang lebih baik supaya lebih efisien.
2. Production Budgets
merupakan anggaran yang berisi mengenai jadwal produksi, menentukan jumlah produksi, dan menentukan estimasi inventory yang akan digunakan.
3. Manufacturing Budgets
merupakan anggaran yang berisikan estimasi biaya Direct Material, Direct Labor, dan Factory Overhead sehingga nanti dapat menentukan biaya produk yang dihasilkan.
Direct Material Budget
merupakan anggaran yang berisikan jumlah dan biaya dari material langsung yang digunakan untuk membuat barang produksi.
Direct Labor Budget
merupakan anggaran yang berisikan biaya untuk mencari dan menggaji sumber daya manusia dalam suatu proses produksi secara efisien.
Factory Overhead Budget
merupakan anggaran yang berisikan biaya biaya antara lain :
1. Natural Cost
Indirect Material, indirect Labor, Payroll Taxes, Employee fringe benefits, Utilities,
depreciation, Repair & Maintenance, Insurance, Property Tax.
2. Departemental / Cost center
Merupakan biaya yang langsung berkaitan dengan supervisor.
Beginning & Ending Inventories
Selain menentukan anggaran DM, DL, FOH, seorang manajer perlu menentukan juga anggaran dari inventori tersebut supaya dapat tercipta keefisienan selama proses produksi.
Cost Of Good Manufactured & Sold Statement Budgets
merupakan anggaran yang berisikan biaya per unit produk - produk yang dihasilkan oleh
seluruh departemen.
4. Budgeting Commercial Expenses
merupakan anggaran yang berisikan biaya marketing (penjualan dan distribusi) dan
administrative.
a. Marketing Expense Budget
Dibagi menjadi dua yaitu
1. Menerima order, termasuk promosi dan penjualan
2. Mengisi order, termasuk di gudang, packing & shipping, credit & collection
Supervisor marketing perlu membuat anggaran biaya yang nantinya akan
Dibagi menjadi dua yaitu
1. Menerima order, termasuk promosi dan penjualan
2. Mengisi order, termasuk di gudang, packing & shipping, credit & collection
Supervisor marketing perlu membuat anggaran biaya yang nantinya akan
dimasukan kedalam anggaran biaya komersial.
b. Administrative Expense Budget
merupakan biaya - biaya administrasi perusahaan. Contohnya director's fee,
b. Administrative Expense Budget
merupakan biaya - biaya administrasi perusahaan. Contohnya director's fee,
franchise taxes, capital stock taxes, service accountant, lawyers, & consultants.
C. Budgeted Income Statement
Budgeted income statement berisi mengenai penjualan, manufaktur dan anggaran biaya. Anggaran ini memproyeksi jumlah keuntungan yang akan di dapat. Dari anggaran ini nantinya akan membuat para manager menentukan langkah apa yang akan dilakukan untuk perusahaan kedepannya.
D. Budgeted Balance Sheet
Budgeted Balance Sheet berisikan anggaran tentang seluruh aset, liabilitas dan ekuitas perusahaan.
Keuntungan :
1. Budgeted Balance Sheet mengungkapkan rasio keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan sebelum terjadi. Jadi Perusahaan dapat mengantisipasinya terlebih dahulu.
2. dapat menghitung return dari investment yang diharapkan oleh perusahaan dengan data tersebut.





Komentar
Posting Komentar