COST VOLUME PROFIT ANALYSIS
A. CVP terdiri dari 3 komponen yaitu:
B. Manfaat CVP Analysis
C. Prasyarat dalam CVP Analysis
D. Terminologi
terkait dengan CVP Analysis
Cost, berbicara tentang biaya yang nantinya akan
diklasifikasikan menjadi fixed cost dan variable cost
Volume, berbicara tentang cost driver
Profit, berbicara
tentang operating income
CVP Analysis adalah
analisis hubungan antara cost, volume, dan profit ketika salah
satu variabel tersebut dimanipulasi untuk menghasilkan nilai variabel (cost,
volume, dan profit) yang diinginkan. Misalnya, apabila cost dinaikkan
atau diturunkan, bagaimana pengaruhnya terhadap volume dan profitnya?
Apabila profit dinaikkan atau diturunkan, bagaimana perusahaan akan
menentukan cost serta bagaimana perusahaan harus menjual produknya agar profit
yang ditetapkan bisa tercapai?
Volume yang
dimaksud pada CVP Analysis adalah cost driver yang mana cost
driver yang digunakan hanyalah quantity sold saja.
1.
Manajer dapat menentukan laba yang diinginkan. Misalnya manajer memiliki target
profit harus naik 20%, maka manajer bisa memperkirakan berapakah jumlah
minimal barang yang harus terjual dengan cost yang sudah ditetapkan.
2. Manajer juga bisa menghitung besarnya cost guna
maksimalisasi kinerja perusahaan.
Sama
halnya dengan Cost Behavior Analysis yang memiliki prasyarat yang harus
dipenuhi yaitu semua cost harus dapat dirinci menjadi fixed cost dan
variable cost serta hubungan antara cost driver dengan costnya
harus dapat digambarkan dalam persamaan garis lurus, CVP Analysis juga
memiliki prasyarat yang harus dipenuhi.
Prasyarat
yang harus dipenuhi pada CVP Analysis:
1.
Seluruh
cost baik manufacturing cost maupun non-manufacturing cost harus
dapat dipisahkan ke dalam kelompok fixed cost dan variable cost.
Tidak perlu dipisahkan antara fixed manufacturing cost dengan fixed
non-manufacturing cost. Juga tidak perlu dipisahkan antara variable manufacturing
cost dengan variable non-manufacturing cost.
2.
Perubahan
atas revenue dan perubahan atas cost hanya dipengaruhi oleh
faktor quantity sold. Quantity sold haruslah menjadi satu-satunya
cost driver pada CVP Analysis.
3.
Revenue
dan cost apabila digambarkan dalam suatu garis,
maka akan memenuhi fungsi persamaan garis lurus.
4. Selling price, variable cost per unit, dan total fixed cost sudah diketahui. Selling
price dan variable cost per unit pasti konstan dalam relevant
range tertentu sedangkan fixed
cost – in total – hanya
konstan pada waktu tertentu.
- Contribution Margin Total Revenue - Total Variable Cost atau Total Fixed Cost + Profit
- Contribution Margin per Unit (CMU) Contribution margin untuk setiap 1 unit produk terjual
- Contribution Margin Ratio (CMR) Contibution Margin : Total Revenues. Artinya adalah bagian dari revenues yang digunakan untuk menutup fixed cost dan untuk menghasilkan profit
- Break Even Point (BEP) kondisi di mana perusahaan tidak mendapatkan profit dan sekaligus tidak menderita kerugian. Total Revenues = Total Costs
- Margin of Safety (MoS) Total Revenues (pada kondisi tertentu) - Total Revenues (pada kondisi BEP)
Konsep dasar dalam merumuskan formula untuk CVP Analysis adalah
Income Statement. Income Statement dapat dituliskan sebagai
berikut.
Full Costing Direct Costing*
Sales (+) Sales ----------> TR
COGS (-) Variable Cost** ----------> TVC
Gross Profit Contribution
Margin ----------> CM
Operating Expense
(-) Fixed Cost** ---------->
TFC
Operating Income
Operating Income ---------->
Profit (π)
*CVP Analysis menggunakan Income Statement under Direct
Costing karena salah satu syarat CVP Analysis adalah cost harus
bisa dikelompokkan ke dalam fixed cost dan variable cost
**Terdiri dari manufacturing cost dan non-manufacturing
cost
Dari Income Statement tersebut, diketahui bahwa 100% Sales
terdiri dari variable cost, fixed cost, serta operating income.
Sehingga dapat dituliskan sebagai berikut.
𝑇𝑅=𝑇𝑉𝐶+𝑇𝐹𝐶+𝜋
Ini adalah rumus dasar dalam CVP Analysis. Rumus tersebut dapat
pula dituliskan sebegai berikut.
(𝑃𝑥𝑄)=(𝑉𝐶𝑈𝑥𝑄)+𝑇𝐹𝐶
Keterangan:
TR : Total Revenue
TVC : Total Variable Cost
TFC : Total Fixed Cost
π : Profit
P : Selling Price per Unit
Q : Quantity Sold
VCU : Variable Cost per Unit
2. Contribution Margin (CM)
Dari
penjelasan terminologi dasar CVP Analysis, kita tahu bahwa contribution
margin adalah total revenue dikurangi dengan total variable cost.
Rumus dasar CVP Analysis dapat pula dituliskan sebagai 𝑇𝑅−𝑇𝑉𝐶=𝑇𝐹𝐶+𝜋
Ganti TR – TVC dengan CM, sehingga diperoleh rumus:
𝐶𝑀=𝑇𝐹𝐶+𝜋
3. Contribution Margin per Unit (CMU)
Dari penjelasan terminologi dasar CVP Analysis, kita tahu
bahwa contribution margin per unit adalah contribution margin dibagi
dengan quantity. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
𝐶𝑀𝑈=𝐶𝑀 : 𝑄
Substitusi 𝐶𝑀=𝑇𝑅−𝑇𝑉𝐶 pada persamaan di atas, sehingga:
𝐶𝑀𝑈=(𝑇𝑅−𝑇𝑉𝐶) : 𝑄
TR dan TVC dibreak-down menjadi PxQ dan VCUxQ, sehingga:
𝐶𝑀𝑈=((𝑃𝑥𝑄)−(𝑉𝐶𝑈𝑥𝑄)) : 𝑄
Didapatlah sebuah persamaan baru untuk CMU, yaitu:
𝐶𝑀𝑈=𝑃−𝑉𝐶𝑈
4. Contribution Margin Ratio (CMR)
Dari penjelasan terminologi dasar CVP Analysis, kita tahu
bahwa contribution margin ratio adalah contribution margin dibagi
dengan total revenue. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
CMR = CM : TR
5. Contribution Margin at BEP
Break – Even Point dapat dilihat dari dua sisi, yaitu ketika TR=TC atau ketika Profit=0.
Rumus dasar 𝐶𝑀=𝑇𝐹𝐶+𝜋 . Pada
kondisi BEP, Profit=0. maka rumus contribution
margin at BEP dapat dituliskan sebagai berikut
CM
= TFC
6.
Margin of Safety (MoS)
Dari penjelasan terminologi dasar CVP Analysis,
kita tahu bahwa margin of safety adalah selisih antara total revenue pada
kondisi tertentu dengan total revenue pada kondisi BEP. Secara matematis
dapat ditulis sebagai berikut.
MoS = TR1 – TR0
Dari pembahasan sebelumnya, kita tahu bahwa contribution
margin ratio adalah contribution margin dibagi dengan total
revenue. Analog dengan persamaan tersebut, dapat kita rumuskan bahwa margin
of safety ratio adalah margin of safety dibagi dengan total
revenue. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
MSR
= MoS : TR1

Komentar
Posting Komentar