INVENTORY COSTING AND CAPACITY ANALYSIS
A.
Konsep Dasar
3. Contribution margin atau marginal
income
= Pendapatan Penjualan - Semua Biaya Variabel
4. Total Laba
= Total Margin Kontribusi - Total Biaya Tetap
1. Full Absorption Costing (FAC)
Direct Labor WIP -> FG -> COGS
1. Full Costing (Perhitungan Biaya Penuh)
Masalah dalam penerapan metode ini adalah overhead tetap (fixed FOH) dalam jumlah yang substansial
tidak dapat ditelusuri ke produk atau aktivitas individual, bahkan ketika
perhitungan biaya berdasarkan aktivitas digunakan. Akibatnya, sebagian dari
biaya tetap yang dialokasikan ke suatu produk mungkin tidak terlalu berhubungan
dengan biaya aktual yang terjadi untuk memproduksi produk tersebut.
2. Direct Costing (Perhitungan Biaya
Langsung)
Metode ini hanya membebankan ke produk biaya produksi yang bervariasi
secara langsung dengan volume. Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan
overhead pabrik variabel dibebankan ke barang dalam proses, barang jadi, dan
harga pokok penjualan. Dengan demikian, biaya produksi variabel dibebankan ke
produksi. Semua biaya produksi tetap diperlakukan sebagai beban periodik. Biaya
produksi tetap seperti penyusutan, asuransi, pajak, gaji penyeliaa, dikeluarkan
dari biaya produk.
= Pendapatan Penjualan - Semua Biaya Variabel
*) Biaya variabel: biaya produksi dan non produksi
dari penjualan
Dalam perhitungan biaya langsung, margin
kontribusi dapat dihitung secara total untuk perusahaan secara keseluruhan atau
terpisah untuk masing-masing lini produk, teritori penjualan, divisi operasi,
dan seterusnya. Alternatifnya, margin kontribusi dapat dihitung untuk setiap unit.
= Total Margin Kontribusi - Total Biaya Tetap
Contoh:
Asumsikan bahwa biaya variabel per unit adalah $ 42 pada tingkat aktivitas
manapun dan biaya tetap adalah konstan utnuk semua tingkat aktivitas.
Per Unit
Total
Persentase dari Penjualan
Penjualan (10.000 unit) $ 70
$ 700.000
100
- Biaya variabel
42
420.000
60
Margin kontribusi $ 28
$ 280.000
40
- Biaya tetap
175.000
25
Laba operasi
105.000
15
B. Kegunaan Internal Direct Costing
1. Perhitungan Biaya Langsung sebagai Alat Perencanaan
Laba
Perhitungan biaya langsung berguna dalam perencanaan jangka pendek, dalam menetapkan
harga untuk pesanan khusus, dan dalam membuat beberapa keputusan operasi lainnya. Dengan pemisahan antara biaya variabel
dan biaya tetap, serta perhitungan atas margin kontribusi, perhitungan biaya
langsung memfasilitasi analisis hubungan biaya-volume-laba.
2. Perhitungan Biaya Langsung sebagai Pedoman bagi Penetapan Harga
Produk
Harga yang optimum adalah harga yang
menghasilkan selisih positif yang
terbesar antara total pendapatan dengan total biaya. Harga yang lebih
rendah meningkatkan kuantitas yang diminta akan tetapi menurukan total laba
3. Perhitungan Biaya Langsung untuk Evaluasi
Profitabilitas dari Multiproduk
Perhitungan biaya langsung didesain untuk
memperbaiki kegunaan dari laporan laba rugi bagi manajemen.
Dengan perhitungan absorption costing:
a. Biaya produksi tetap dialokasikan ke
persediaan di neraca dan harga pokok produksi di laporan laba rugi sehingga
hubungan dalam laporan laba rugi antara pendapatan dan biaya menjadi kabur.
Sedangkan
dengan direct costing:
Laporan
Laba Rugi Berdasarkan Lini Produk
Pendekatan
Margin Kontribusi
Total
Produk A
Produk B Produk C
Penjualan
3.100.000 1.540.000
1.070.000
490.000
-HPP
variabel
1.
927.000 925.000
590.000
412.000
Margin
kontribusi kotor
1.173.000 615.000
480.000
78.000
-Bebanpemasaran variabel
507.000
255.000
168.000
84.000
Margin
kontribusi
666.000 360.000
312.000 (
6.000)
-Biaya
tetap yang dapat ditelusuri
Produksi
100.000 30.000
52.000
18.000
Pemasaran
25.000 14.000
8.000
3.000
Total biaya tetap yang
dapat ditelusuri
125.000 44.000
60.000
21.000
Kontribusi
produk
541.000
316.000
252.000
27.000
-Biaya
tetap umum
Produksi
45.000
Pemasaran
80.000
Administrasi
100.000
Total biaya tetap umum
225.000
Laba operasi
316.000
Ketika suatu produk tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi penutupan biaya umum, seperti Produk C, maka sebaiknya ditentukan penyebabnya dan diambil tindakan perbaikan, jika mungkin. Jika produk tidak dapat memberikan kontribusi positif terhadap tertutupnya biaya umum, maka produk tersebut sebaiknya dihilangkan kecuali jika terdapat alasan-alasan yang mengharuskan produk tersebut diteruskan.
Ketika suatu produk tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi penutupan biaya umum, seperti Produk C, maka sebaiknya ditentukan penyebabnya dan diambil tindakan perbaikan, jika mungkin. Jika produk tidak dapat memberikan kontribusi positif terhadap tertutupnya biaya umum, maka produk tersebut sebaiknya dihilangkan kecuali jika terdapat alasan-alasan yang mengharuskan produk tersebut diteruskan.
4. Perhitungan Biaya Langsung untuk Pengambilan Keputusan Manajerial
Angka laba marginal (margin kontribusi) yang dihasilkan dilaporkan sebagai angka yang sangat berguna bagi manajemen karena angka tersebut dapat mengukur kenaikan inkremental penjualan.
Angka laba marginal (margin kontribusi) yang dihasilkan dilaporkan sebagai angka yang sangat berguna bagi manajemen karena angka tersebut dapat mengukur kenaikan inkremental penjualan.
5. Perhitungan Biaya Langsung untuk Pengendalian Biaya
C. Menentukan
Cost Suatu Inventory 1. Full Absorption Costing (FAC)
Metode untuk menentukan
cost suatu inventory dengan membebankan seluruh variable dan fixed
manufacturing cost kedalam produk.
Direct Labor DL
(variable) WIP -> FG -> COGS
FOH FOH
(variable)
FOH
(fixed)
Ingat:
Inventory terdiri dari Raw materials,work in process, finished
Goods, dan COGS.
COGS merupakan inventory yang sudah berpindah kepemilikannya,
sehingga tidak dimasukkan dalam laporan keuangan khususnya neraca.
2.
Direct Costing (DC)
Metode untuk menentuka cost suatu inventory dengan hanya
membebankan variable manufacturing cost ke dalam produk.
Direct Labor WIP -> FG -> COGS
V-FOH
F-FOH -> PERIOD COST
-> OPEX
Ingat:
-Inventoriable
cost: biaya yang berkaitan langsung dengan produk, yang akan menjadi
aset yang dilaporkan di neraca, dan akan menjadi COGS ketika sudah terjual.
-period
cost: biaya yang tidak berkaitan langsung dengan
produk, merupakan biaya yang ada dalam Income Statement selain biaya dari COGS. Sehingga jumlah yang dibebankan merupakan
total dari biaya yang dikeluarkan pada waktu itu, bukan per unitnya. Contoh : Operating Expenses.
|
KRITERIA
|
VARIABLE/DIRECT COSTING
|
FULL ABSORPTION COSTING
|
|
Jenis
Income Statement
|
Contribution
Margin I/S
|
Gross
Profit I/S
|
|
Jenis
Cost yang masuk Inventory
|
Semua
Variable Cost
|
Semua
Manufacturing Cost
|
|
Jenis
COGS
|
Variable
COGS
|
COGS
|
Dua metode inventory costing ini menghasilkan nilai
operating income yang berbeda. Income statement dengan
variable/direct costing menggunakan contribution margin format, karena variable
costing lebih cenderung membedakan variable cost (yang masuk inventoriable
cost) dengan fixed cost yang masuk period cost). Sedangkan Income Statement dengan Full
Absorption Costing menggunakan Gross Profit Format, sama seperti pembelajaran income statement pada umumnya.
Direct Costing lebih efektif karena metode tersebut
memperhitungkan biaya sesuai dengan volume produksi, sehingga menghasilkan
nilai biaya yang lebih adil.
keunggulan direct costing :
1. Setting
Price ( sebagai dasar penentuan harga, yang lebih tepat )
2. Produk
Profitability (sebagai dasar untuk mengetahui operating income suatu
perusahaan )
3. Decision
Making ( sebagai dasar pengambilan keputusan. Contoh : Kapan perusahaan
harus melakukan cut off produksi )
Rekonsiliasi
Laporan laba/rugi yang telah disusun dalam bentuk Variable
Costing dapat disusun kembali (direkonsiliasi) ke dalam bentuk laporan Absorption Costing . untuk dapat
melakukan rekonsiliasi laporan, perlu dihitung berapa selisih laba mrnurut
kedua metode costing tersebut. Selisih laba menurut absorption costing dan variable costing dapat dihitung. Selisih laba menurut absorption
costing dan variable costing dapat dihitung.
∆ OI = Operating Income under Full Costing
- Operating Income under Direct Costing
Membuktikannya,hasilnya
harus sama dengan
∆OI =
(Qproduced – Qsold) x F-FOH/unit
Atau
∆OI = {(Qending – Qbeginning)} x F-FOH/unit
Komentar
Posting Komentar